Konferensi Nasional Prakarsa Lintas Agama untuk Hutan Tropis

“Peran Organisasi Keagamaan Dalam Perlindungan Hutan Tropis dan Pengendalian Perubahan Iklim”

A. Kerangka Pikir
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia (mega biodiversity country) dengan nilai endemisitas yang juga tinggi, yaitu banyak keanekargaman hayati termasuk jenis-jenis satwa yang hanya ditemukan di Indonesia dan tidak dijumpai di negara manapun. Tingginya keanekaragaman hayati ini, memberikan nilai sosial, ekonomi dan lingkungan, termasuk sebagai tujuan wisata, serta sumber penghidupan berkelanjutan, dan membantu menjaga keseimbangan iklim dunia untuk kehidupan makhluk bumi.


Upaya-upaya konservasi atau pelestarian lingkungan hidup selama ini lazimnya selalu dilakukan dengan pendekatan saintifik yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi yang umumnya disampaikan melalui bahasa-bahasa akademik yang seringkali sulit dipahami oleh masyarakat awam. Untuk itu diperlukan suatu bentuk pesan moral dan pesan sosial lainnya berupa hukum normatif keagamaan yang menyentuh hati. Pendekatan dengan bahasa agama dapat melengkapi pesan rasionalis, sehingga pesan dapat lebih persuasif dan memotivasi masyarakat untuk menjalani kehidupan lebih baik di dunia dan akhirat nanti. Oleh karenanya akhir-akhir ini para praktisi konservasi dunia mulai menggunakan upaya konservasi dengan pendekatan keyakinan atau berdasarkan keimanan.


Interfaith Rainforest Initiative – IRI adalah aliansi internasional lintas agama yang membawa pengaruh moral dan kepemimpinan berbasis agama pada upaya untuk mengakhiri penggundulan hutan tropis. IRI berfungsi sebagai wadah bagi para pemimpin agama dan komunitas agama untuk bekerja bahu membahu dengan masyarakat adat, pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia usaha dalam aksi-aksi yang melindungi hutan tropis dan melindungi mereka yang berperan sebagai penjaganya.


IRI memiliki tiga tujuan utama: (i) mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang krisis penggundulan hutan dan membekali para pemimpin agama dengan pengetahuan, perangkat pendidikan, dan pelatihan yang diperlukan untuk menjadi pendukung efektif untuk perlindungan hutan tropis; (ii) menggerakkan aksi berbasis agama dengan menghubungkan para pemimpin agama dengan mitra dari berbagai sektor untuk meningkatkan dampak secara kolektif; dan (iii) mempengaruhi kebijakan dan mengadvokasi pemerintah dan perusahaan untuk mengadopsi, memenuhi dan memperluas komitmen mereka untuk melindungi hutan tropis dan hak-hak masyarakat adat yang berperan sebagai penjaganya.


Kerangka pikir acara ini didasarkan pada pentingnya pelibatan pemuka agama dan masyarakat adat dalam upaya pengendalian perubahan iklim dan pelestarian lingkungan. Pendekatan keyakinan dan nilai nilai agama memainkan peran penting dalam memberikan pesan moral dan sosial dengan bahasa keagamaan, sehingga masyarakat dapat lebih tergerak dan termotivasi untuk menjaga hutan tropis sebagai amanah bagi kehidupan di dunia dan akhirat.


IRI memiliki tiga tujuan utama: (i) mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang krisis penggundulan hutan dan membekali para pemimpin agama dengan pengetahuan, perangkat pendidikan, dan pelatihan yang diperlukan untuk menjadi pendukung efektif untuk perlindungan hutan tropis; (ii) menggerakkan aksi berbasis agama dengan menghubungkan para pemimpin agama dengan mitra dari berbagai sektor untuk meningkatkan dampak secara kolektif; dan (iii) mempengaruhi kebijakan dan mengadvokasi pemerintah dan perusahaan untuk mengadopsi, memenuhi dan memperluas komitmen mereka untuk melindungi hutan tropis dan hak-hak masyarakat adat yang berperan sebagai penjaganya.

B. Tujuan Kegiatan

  1. Mendapatkan informasi dari berbagai perspektif sehingga IRI untuk dapat memetakan program kerja IRI yang lebih terarah dan apa yang bisa dikerjasamakan bersama.
  2. Berbagi pengetahuan moralitas keagamaan dalam perlindungan hutan tropis dari pandangan akademisi, peneliti, pengamat, regulator, agamawan dan praktisi.
  3. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang krisis penggundulan hutan serta meningkatkan para pemimpin agama dengan jaringan dan pengetahuan yang diperlukan agar dapat menjadi pendukung efektif dalam perlindungan hutan tropis.
  4. Menggerakkan aksi berbasis agama dengan menghubungkan para pemimpin agama dengan mitra dari berbagai sektor, seperti masyarakat adat, pemerintah, NGO, dan dunia usaha, untuk meningkatkan dampak secara kolektif dalam melindungi hutan tropis. Dengan mencapai tujuan tujuan ini, diharapkan IRI dapat memperluas jangkauan dan pengaruhnya, melibatkan pemimpin agama, masyarakat adat, pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia usaha dalam aksi-aksi nyata untuk melindungi hutan tropis dan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

C. Waktu Pelaksanaan
Penerimaan Abstrak : 1 Oktober 2023 – 9 November
Deadline Abstrak : 10 November 2023
Pengumuman : 15 November 2023
Konferensi online : 25 November 2023

D. Tema Abstract

  1. Masyarakat Adat dan Masa Depan Hutan di Indonesia
  2. Agama, Hutan Tropis, dan Perubahan Iklim
  3. Peningkatan Strategi dan Kolaborasi Antarsektor dalam Advokasi terhadap Hutan di Indonesia

E. Peserta

  • Instansi Pemerintah
  • Pemuka Agama
  • Masyarakat Adat
  • Akademisi
  • NGO
  • Pengamat
  • Jurnalis/Pers

F. Tata Cara Penulisan Abstract

  1. Abstrack ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dan maksimal 400 kata
  2. Format penulisan dalam Microsoft World Font 12, Times New Roman, Spasi 1,5, Ukuran A 4

G. Penyerahan Abstract

ToR dan Penyerahan abstrak : bit.ly//abstrakIRI

Klik Instagram IRI Indonesia

  1. Seluruh Peserta akan mendapat sertifikat
  2. Hadiah apresiasi terhadap abstrak terbaik