Buletin IRI Indonesia Edisi O1 April 2026
Iman di Garis Depan

Hutan Indonesia tak sekadar lanskap hijau, melainkan amanah iman dan masa depan bangsa. Ketika ia rusak, yang runtuh bukan hanya alam, tetapi nurani kita.

Kita sering mengira krisis lingkungan adalah soal data, grafik, dan target kebijakan. Padahal, ada suara lain yang lebih hening tetapi jauh lebih mendesak: suara tanah yang retak, sungai yang mengering, dan udara yang makin sesak dihirup anak-anak kita. Panggilan itu tidak lahir dari ruang rapat, melainkan dari alam yang meminta dirawat.

Indonesia adalah salah satu bentang utama hutan hujan tropis dunia. Bersama kawasan di Afrika dan Amerika Latin, kita memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan iklim global. Membentang lebih dari 5.000 kilometer di garis khatulistiwa, negeri ini bukan hanya kaya secara geografis, tetapi juga memikul tanggung jawab ekologis yang besar. Hutan kita adalah penopang iklim bumi, rumah bagi keanekaragaman hayati, sekaligus ruang hidup dan sumber kebijaksanaan masyarakat adat.

Oleh : Prof. Dr. Philip K. Widjaja

Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia PERMABUDHI

Baca Selengkapnya disini :

Faith, Forests, and the Future:

Pelajaran dari Konsep Hima dalam Islam untuk Melindungi Hutan Tropis

Dalam tradisi Islam terdapat konsep konservasi alam yang dikenal dengan istilah ḥimā, yaitu kawasan yang dilindungi dari eksploitasi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.

Secara bahasa, hima berarti kawasan yang dijaga dari pemanfaatan bebas. Pada masa awal Islam, wilayah hima ditetapkan oleh otoritas pemerintahan untuk melindungi sumber daya alam seperti padang rumput, sumber air, atau kawasan vegetasi alami agar tidak rusak akibat eksploitasi yang berlebihan.

Konsep ini tidak hanya bersifat moral, tetapi juga diterapkan sebagai kebijakan publik pada masa Nabi Muhammad SAW.

 

Oleh : Hening Parlan

Fasilitator Nasional IRI Indonesia

Baca Selengkapnya disini :