Hutan Indonesia tak sekadar lanskap hijau, melainkan amanah iman dan masa depan bangsa. Ketika ia rusak, yang runtuh bukan hanya alam, tetapi nurani kita.
Kita sering mengira krisis lingkungan adalah soal data, grafik, dan target kebijakan. Padahal, ada suara lain yang lebih hening tetapi jauh lebih mendesak: suara tanah yang retak, sungai yang mengering, dan udara yang makin sesak dihirup anak-anak kita. Panggilan itu tidak lahir dari ruang rapat, melainkan dari alam yang meminta dirawat.
Indonesia adalah salah satu bentang utama hutan hujan tropis dunia. Bersama kawasan di Afrika dan Amerika Latin, kita memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan iklim global. Membentang lebih dari 5.000 kilometer di garis khatulistiwa, negeri ini bukan hanya kaya secara geografis, tetapi juga memikul tanggung jawab ekologis yang besar. Hutan kita adalah penopang iklim bumi, rumah bagi keanekaragaman hayati, sekaligus ruang hidup dan sumber kebijaksanaan masyarakat adat.
Oleh : Prof. Dr. Philip K. Widjaja
Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia PERMABUDHI
Baca Selengkapnya disini :